Spirit Of Melasti

Tradition & Culture

Spirit Of Melasti

Where the Sea Holds Every Prayer

Melasti selalu menjadi momen yang menyentuh bagi saya. Dalam budaya Bali, ritual ini adalah perjalanan menuju laut untuk membersihkan diri—bukan hanya secara lahiriah, tetapi juga secara batin. Umat berjalan dalam pakaian putih, membawa pratima dan sesajen, melangkah perlahan ke arah air yang dipercaya membawa kembali keseimbangan.

Sebagai fotografer, saya merasakan hangatnya prosesi ini melalui detail-detail kecil, cara seseorang memegang payung adat dengan hormat, senyum tipis yang muncul sebelum memasuki air, atau kain yang basah ketika ombak menyentuh kaki mereka. Semua itu bukan sekadar visual, semuanya adalah emosi yang bergerak pelan, jujur, dan apa adanya.

Di Melasti, cahaya pagi terasa lebih lembut. Laut terasa lebih ramah. Setiap langkah umat tampak memiliki niat yang tulus, dan saya mencoba menangkap kedekatan itu—kedekatan manusia dengan tradisi, dengan alam, dan dengan dirinya sendiri. Tidak ada yang dibuat-buat; keindahan justru muncul dari kesederhanaan ritme yang mereka jalani.

Dalam seri ini, saya ingin menunjukkan Melasti sebagaimana saya merasakannya hangat, penuh penghormatan, dan sangat manusiawi. Sebuah ritual yang besar, namun dipenuhi momen-momen kecil yang mengingatkan kita bahwa spiritualitas sering hadir dalam hal-hal sederhana.

Fotografi bagi saya adalah cara untuk menyimpan kehangatan itu—menangkap momen ketika budaya hidup di depan mata dan hati ikut tersentuh. Melasti menjadi bukan hanya subjek, tetapi pengalaman yang saya bawa pulang dari balik lensa.

Inilah Melasti yang saya lihat: ritual yang lembut, spiritualitas yang tenang, dan manusia yang kembali pada dirinya sendiri melalui laut