Human
The Tobacco story of Benito
Where Cuban Tobacco Tradition Lives Through Generations.
The Benito Family has long cultivated tobacco in the green lands of Viñales Valley, using methods passed down from their ancestors. From tending the soil to drying the leaves in their wooden curing barns, they keep alive the quiet, patient craft behind some of the world’s finest cigars. This page shares not only their work, but the heritage they guard with pride.
Meeting Benito and his family — spending a day following their rhythm of work and rest, listening to stories over coffee and laughter, and finally smoking a cigar rolled by his own hands — was a true privilege and joy.
From Leaf to Cigar
Tobacco leaves are harvested at their peak, then hung in wooden curing barns to dry slowly and deepen in color. They are then naturally fermented to enrich aroma, sorted by quality, and rolled one by one with skilled hands — filler inside, binder to shape, and a smooth wrapper to finish.
The final step is aging, letting each cigar rest so flavors merge, soften, and mature beautifully — just as tradition has guided for generations.
⸻
The Tobacco story of Benito
Di mana tradisi tembakau Kuba hidup dari generasi ke generasi.
Keluarga Benito telah lama membudidayakan tembakau di kawasan hijau Lembah Viñales, menggunakan cara-cara yang diwariskan dari leluhur mereka. Dari merawat tanah hingga mengeringkan daun di lumbung kayu, mereka menjaga warisan seni tenang dan penuh kesabaran yang melahirkan salah satu cerutu terbaik di dunia. Halaman ini membagikan kisah mereka — pekerjaan, keluarga, dan kebanggaan yang mereka jaga dengan setia.
Bertemu Benito dan keluarganya — mengikuti keseharian mereka, mendengar cerita lama di sela pekerjaan, lalu menikmati cerutu hasil gulungan tangan Benito sendiri — menjadi pengalaman yang hangat dan tak terlupakan.
Dari Daun Menjadi Cerutu
Daun tembakau dipanen pada saat terbaiknya, digantung dalam rumah pengeringan kayu hingga mengering perlahan dan warna daun matang alami. Setelah itu, daun difermentasi untuk memperkaya aroma, dipilah dengan teliti, dan digulung satu per satu oleh tangan terampil — daun isi di dalam, pembalut untuk membentuk, dan pelapis halus sebagai penyempurna.
Tahap terakhir adalah pematangan, di mana cerutu disimpan dalam ruang sunyi agar rasa menyatu, lembut, dan matang sempurna — seperti yang diajarkan tradisi dari generasi ke generasi.
